KAU YANG DISANA
syabrinaaputri
“Halo..Ryan aku kangen….”
“Sabar ya, sebentar lagi aku akan pulang.”
Shenna mendesah, karena merasa tidak sabar ingin bertemu dengan Ryan. Sudah hampir enam bulan Shenna dan Ryan tidak bertemu karena terbiasa saat bersama mereka selalu bertemu dan jalan. Sekarang Ryan ditugaskan untuk kerja keluar kota selama setahun. Rasa rindu yang tidak bisa di tahan harus Ryan dan Shenna tahan.
Malam hari didalam kamar, Shenna selalu mengerjakan tugas kampus. Sekitar jam sembilan malam Shenna selalu merasa lapar dan ingin makan malam. Ryan membawakan makanan yang Shenna suka seperti nasi goreng atau mie. Ryan selalu marah, karena Shenna selalu telat makan. Hal kecil seperti itu yang terkadang membuat Shenna merindukan pacarnya yang jauh disana.
Disana Ryan bekerja sama dengan teman Shenna yang bernama Alika. Ia selalu bertanya tentang apa saja yang di lakukan oleh Ryan. Sifat Shenna yang suka cemburu nggak jelas, terkadang membuat Ryan selalu merasa kesal sendiri. Enam tahun pacaran, tapi Shenna selalu tidak merasa percaya kepada Ryan. Karena menurut Shenna, Ryan adalah cowok yang tampan dan baik. Cewek mana saja pasti akan tertarik dengan paras wajah Ryan.
“Jangan buat hati Ryan berpaling dengan wanita lain, semoga disana Ryan akan selalu bak-baik saja,” kalimat itu yang selalu Shenna ucapkan dalam doanya.. Bagi Shenna hanya doa yang bisa menjaga Ryan dari kejauhan, karena ia tidak bisa berada di sisi Ryan saat ini. Shena pernah memutuskan hubungan dengan Ryan sejak Ryan pernah pergi dengan wanita yang pernah menyukainya. Karena Ryan adalah cowok yang hangat terhadap semua orang, terkadang itu yang membuat Shenna menjadi resah.
***
Alika mengajak Shenna belanja di kantin dan Roy teman Ryan juga sedang berada dikantin. Roy dan Alika bersahabat sejak mereka masih kecil, jika bertemu mereka selalu mengolok Shenna karena masih Single. Karena bertemu dikantin, Roy memperkenalkan Ryan dengan Shenna. Melihat senyum Shenna, menurut Ryan, Shenna adalah wanita yang memiliki mata indah saat tersenyum. Semenjak perkenalan yang tidak disengaja itu, Ryan mulai menyukai Shenna dan meminta nomor Shenna di saat hari ketiga mereka berjumpa. Begitulah Ryan dan Shenna berjumpa dan mulai dekat.
Saat Ryan mengajak Shena pergi, untuk pertama kalinya dia terlihat canggung. Saat ingin mengambil air, tangan Shenna tergores kaca. Tangannya luka, Ryan langsung mengobati tangan Shenna yang luka. Melihat Ryan yang sangat perhatian dan cekatan, membuat Shenna jatuh cinta kepada Ryan.
Rasa sayang mulai tumbuh dalam hati mereka masing-masing. Seiring berjalannya waktu dan selalu bertemu membuat Ryan dan Shenna saling suka, saling sayang dan saling melindungi satu sama lain. Didekat Ryan Shenna merasa tenang, jika Shenna akan persentase di dalam kelas, ia selalu merasa resah dan gelisah. Shenna selalu ceritakan apa yang akan ia lakukan dan apa yang ada dalam hatinya kepada Ryan.
Kini mereka telah jauh, Ryan selalu tertawa bila Shenna berbicara manja dan berkata rindu. Ryan bingung harus berkata apa, mau tidak mau Ryan sudah bekerja. Mereka harus terpisah jarak dan waktu. Lewat videocall adalah cara Ryan dan Shenna melepas rindu.
“Kamu sedang apa?” Shenna tersenyum
“Baru pulang kerja, kamu sudah makan malam?”
“Sudah.” Ucap Shenna sambil menunduk
“Coba pejamkan mata kamu, bayangkan aku berada didekat kamu dan kita lagi bersama.”
“Kamu bisanya canda terus.”
“Aku serius, biasanya itu cara aku melepas rindu sama kamu.” Mereka tersenyum dan saling menghela napas. Shenna menceritakan apa yang hari ini ia lakukan, sedangkan Ryan kenak marah karena melakukan kesalahan saat membuat laporan. Tapi semua itu tidak menjadi masalah besar.
Saat ingin tidur, Shenna mencoba memejamkan matanya lalu ia mencoba melakukan apa yang Ryan katakan tadi. Ia melakukan dengan sepenuh hati sehingga saat tidur Shenna memimpikan Ryan. Ia bermimpi Ryan berada dipelukannya, jika dengan doa cara Shenna menjaga Ryan. Namun, lewat mimpi Ryan bisa menjaga Shenna .
Jarak membuat Shenna belajar untuk percaya terhadap Ryan. Jam masuk kelas Shenna sebentar lagi dimulai, hpnya berdering panggilan masuk dari Alika, ia mengatakan bahwa dirinya rindu dengan wajah Shenna yang suka bengong. Alika bercerita, ia mempunyai banyak kerjaa, tiba-tiba Alika terdiam seperti ada yang janggal. “Kenapa Al?”, “Nggak apa-apa.”
Shenna melihat muka Alika dari layar dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Alika mulai berkata jujur “Sebenarnya tadi aku melihat Ryan bersama dengan wanita lain, sepertinya cewek itu suka dengan Ryan. Tapi lo jangan mikir negatif dulu ya Shenn…” Shenna terdiam dan langsung mematikan panggilan telepon mereka. Alika merasa bersalah telah mengatakan apa yang telah terjadi, tapi ia juga merasa harus menyampaikan apa yang ia lihat tentang Ryan kepada Shenna.
***
Hp Shenna berdering tanda panggilan masuk dari Ryan, tapi ia tidak ingin mengangkat karena masih teringat dengan apa yang telah Alika katakan. Ryan mengirim chat, menyuruh Shenna untuk mengangkat telepon darinya.
“Iya kenapa?” ucap Shenna
“Kamu kenapa? Seharian nggak angkat telepon aku. Ada apa?” Ryan bingung.
Karena Shenna hanya diam, Ryan mulai merasa kesal dan marah kepada Shenna. Ryan mengatakan bahwa Shenna seperti anak kecil yang selalu merajuk tanpa alasan yang nggak jelas.
“Seperti anak kecil kamu bilang? Kamu selalu sibuk dengan, aku selalu mengerti. Tapi, jika kamu harus pergi dan merangkul cewek lain aku nggak bisa ngertiin kamu lagi Yan!” Shenna menangis
“Kamu kenapa tiba-tiba marah? Shenn… kamu nangis?”
“Kamu sadar nggak sih, aku disini cemas mikirin kamu. Harusnya kamu sadar! Tapi kamu nggak pernah mengerti gimana rasanya jadi aku. Kenapa kamu selalu buat aku sedih lalu menangis dengan sikap kamu yang selalu baik terhadap wanita lain.”
Ryan terdiam dan termenung. Ryan ingin menjelaskan apa yang terjadi. Tapi Shenna langsung mematikan telepon, Ryan merasa bersalah dan berfikir bagaimana cara menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya kepada Shenna. Ryan tidak ingin melihat Shenna sedih seperti ini.
Ryan merasa tidak semangat kerja karena mengingat Shenna. Ia khawatir, apakah Shenna sudah makan atau belum. Shenna selalu lupa untuk makan malam jika tidak diingatkan. Ryan mencoba menelepon Shenna tapi tidak diangkat. Ryan keluar dari ruang kerjanya dan mencoba untuk menelepon Shenna.
Ryan melewati ruangan bos, ia dipanggil untuk mengerjakan tugas yang tidak bisa di kerjakan oleh Nia. Setelah mengerjakan tugas, bos menyuruh Ryan untuk mengantar Nia pulang karena Nia merasa tidak enak badan. Saat sedang berjalan, Nia merasa pusing dan Ryan merangkul Nia agar tidak jatuh. Disaat Ryan merangkul Nia, Alika melihat kejadian itu. Ryan mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada Shenna.
“Aku harap kamu percaya sama aku dan jangan berpikir negatif lagi saat aku jauh disini. Walau awalnya kamu ragu tapi percaya aku. Aku Cuma sayang sama kamu dan akan selalu cinta hanya sama kamu.”
Mendengar apa yang telah Ryan katakan, Shenna merasa bersalah dan minta maaf kepada Ryan karena salah berpikir tentang dirinya. Ryan tertawa dan menyuruh Shenna untuk memejamkan matanya lagi dan bayangkan ia berada disamping.
“Kamu bicara seperti itu membuat aku semakin rindu sama kamu.”
“Aku disini sama seperti kamu, aku rindu…sangat rindu sama kamu.”
“Tumben kamu bilang rindu juga sama aku, biasanya langsung mengalihkan pembicaraan kalau aku bilang tentang rindu.”
“Udah malam, besok liburkan? kamu tidur lagi sana. Jangan lupa mimpikan aku saat terlelap. Mana tahu besok kita beneran bertemu.” Ryan tersenyum tipis. Shenna mulai memejamkan matanya kembali, di seperempat malam Shenna bermimpi bahwa dirinya dan Ryan bertemu. Namun, rasanya seperti nyata. Shenna tersentak lalu terbangun, ia melihat ke jendela ternyata hari sudah siang. Shenna mandi dan pergi keluar rumah untuk mencari udara segar.
Shenna membuka pintu rumah, ada mobil yang parkir didepan mobilnya. Ia berjalan kearah mobil itu dan mengetuk kaca mobil. Perlahan kaca mobil itu terbuka, Shenna melihat siapa orang yang ada didalam mobil. “Maaf mas tolong pindahkan mobilnya..” Shenna heran saat melihat orang itu ternyata “Ryan..! kamu kapan sampai?” Ryan turun dari mobil dan langsung memeluk Shenna. Ryan menatap wajah pacarnya yang sudah lama tidak ia lihat itu.
“Ternyata kamu makin cantik.” Ucap Ryan dan Shenna tersenyum malu.
“Akhirnya kita benar-benar bertemu lagi, aku rindu sama kamu.” Ucap Shenna dan memeluk Ryan kembali
“Aku juga rindu sekali sama kamu.” Ryan mengecup kening Shenna dan mengelus lembut kepala Shenna.
***
Tentang penulis
Syabrina Adrianty Putri, kerap di panggil putri atau sabe. Saya memiliki hobi menulis, membaca, dan menyanyi.
Saya terlahir dari orangtua yang juga suka menulis sewaktu muda. Saya lahir di pekanbaru pada bulan desember
tahun 1997. Saya menyukai warna merah muda dan penikmat kata-kata indah. Menyukai musik bergenre pop dan
R&B dan menyukai kisah cinta yang bergenre romantic komedi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar